Tuesday, April 8, 2014

APPLAUSE BLUE ROSE - 5



DUNIA RAHSIA APPLAUSE

Applause meningkat remaja dan semakin matang. Applause menerima segala kepahitan dalam hidupnya sebagai satu cabaran untuk terus hidup di dalam dunia ini. Applause ingin membina dunianya sendiri. Applause merencanakan setiap apa yang harus di pilih, dilakukan demi masa depannya. Applause mewarnakan setiap lukisan hidupnya.

Applause sedar dia berbeza dengan rakan-rakannya yang lain. Semua hidup,minat segala-galanya di tentukan oleh IbuBapa mereka, tapi tidak bagi Applause. Semua urusan Applause harus buat sendirian namun bagi Applause ini tidak menjadi masalah baginya kerana Applause adalah insan yang berdikari.

Applause duduk termenung jauh, sejak akhir-akhir ini Applause sering bermimpi di datangi seorang tua berjubah hijau. Orang tua itu membawanya berjalan ke arah belakang rumahnya. Applause menjadi hairan dan pelik kerana ada perkampungan yang indah di belakang rumahnya sedangkan di situ hanya ada hutan dan kebun Ayahnya.

Kampungnya cantik, sebelum memasuki kampung tersebut Applause lihat ada sebatang sungai kecil yang jernih airnya. pokok-pokok bunga, kanak-kanak serba putih berlari-lari bermain, angin sepoi-sepoi meniup perlahan..terasa ketenangan yang teramat sangat. Applause tertarik dan rasa nyaman sekali seperti tidak ingin pulang ke rumahnya.Kawasan rumahnya pula seperti rumah kampung di perak, rumah kayu tapi ukiran setiap rumahnya sangat unik dan menarik.

Mata Applause turut memerhati setiap sekeliling sehinggalah Applause sampai di destinasi rumah yang di tuju.Orang tua itu menghulur tangan kepada Applause mengatakan ini adalah rumahnya sekarang..Applause kekeliruan..mimpikah..benarkah..nyatakah...Orang tua itu menjemput Applause masuk tetapi Applause merasakan kakinya tidak boleh melangkah terlalu berat. Ingin di capai tangan orang tua itu tapi rasanya semakin menjauh ..Applause lihat orang tua itu hanya tersenyum dan akhirnya semakin kabur,jauh dan jauh..sehinggalah Applause tersedar daripada lenanya.

Applause mengucap panjang..mengapa mimpi ini selalu menganggunya. Applause pergi ke belakang rumah tapi hampa tiada apa di situ. Adakah ini imaginasi Applause sehingga terbawa-bawa ke dalam mimpinya. Berjam-jam Applause duduk di belakang rumahnya mencari jawapan yang tidak pasti.

Applause akur akan di tujukan jua soalan ini kepada Ayahnya nanti. Applause menanti kepulangan Ayahnya untuk mendapat kepastian maksud tersirat di dalam mimpinya.

Seperti yang direncanakan Ayah pulang dari kerja, Applause membiarkan Ayahnya berehat dahulu dan mencari masa yang sesuai untuk menceritakan mengenai mimpinya yang berulang kali.

Akhirnya masa yang ditunggu-tunggu pun tiba..Ayah duduk di beranda sambil menggulung rokok daunnya dan saat ini adalah saat yang sesuai untuk Applause berbicara. Applause duduk di hadapan Ayah.Ayah tersenyum memandang Applause.

"Kenapa..?? dari tadi ayah tengok resah je..ada masalah ke anak ayah nie..." sambil tangan ayah mengulung-gulung rokoknya.

" Orang asyik mimpi yang sama je! Belakang rumah kita ada kampung ke yah..orang tengok ada sungai,rumah cantik-cantik cam kat kampung perak,orang-orang dia baik.." Cerita Applause mengenai mimpinya.

" Mainan tidur tue..mana ada kampung ..tue kan hutan tue..." terang Ayah lagi.

" Eleh...cakaplah yah..ada apa kat belakang tue..selalu sangat pakcik tu datang ajak orang tinggal sana.katanya rumah orang.." Applause mendesak ayahnya bercerita Applause yakin ayahnya tahu misteri di belakang rumahnya.

" Tu kampung orang Bunianlah...sebb tue ayah tak bagi kamu duduk sana sorang-sorang kat parit tu.kamu suka sangat duduk kat situ tu yang di ajak kamu duduk kat kampungnya.kamu nak ke..? " tanya Ayah sambil tersenyum.

" Aiiisss...taknaklah orang..nak buat apa bukannya orang kenal pun...jadi betullah yah belakang rumah kita nie kampung Bunian macam orang kampung cakap tue..?" soal Applause lagi.

Ayah hanya mendiamkan diri tidak menjawab persoalan Applause. Applause faham maksud Ayah maknanya jangan di tanya lagi.

Applause dan Ayah duduk sambil memerhati sang bintang berkelip-kelip di waktu malam, indah sekali. Applause tersenyum.Applause rasa gembira bila berada di sisi ayahnya. Ayah selalu bercerita mengenai kisah-kisah dogeng,seram yang terjadi di dahulu kala.cerita-cerita kisah ayahnya mengembara,meneroka kawasan kampung, zaman-zaman muda ayahnya menjadi minat kepada Applause.
Applause dan Ayah memang akrab. 

Applause merenung ke langit melihat butiran bintang...hatinya tersenyum..indahnya malam ini tidak seperti hidupku....Applause melihat ke arah ruang tamu melihat gelak tawa ibu,abang,kakak dan adik-adiknya menonton rancangan televisyen.  Bahagianya mereka bersama seolah-olah Applause tidak wujud di dalam hidup mereka.

Applause mengeluh panjang............hampa..kecewa...

( BERSAMBUNG APPLAUSE BAHAGIAN KE - 6 )